Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.” Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat. Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam”
Sabtu, Februari 26, 2011
Cinta dan Waktu
Alkisah disuatu pulau yang kecil, tinggalah berbagai macam benda-benda abstrak : ada cinta, kesedihan, kekayaan, kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup bedampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menengelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri ditepi pantai mencoba untuk mencari pertolongan. Sementara itu air terus naik dan membasahi kaki cinta.
Tak lam berselang cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu.” Kekayaan! Kekayaan!, tolong aku!” teriak cinta “aduh maaf cinta!” kata kekayaan, “ perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tengelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”.
Lalu kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraaan lewat dengan perahunya. “ kegembiraan!tolong aku!” teriak cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan cinta.
Air makin tinggi dan terus membasahi cinta sampai kepinggang dan cinta semakin panik. Tak lama kemudian lewatlah kecantikan. “ kecantikan! Bawalah aku bersamamu” kata cinta. “ wah cinta kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang cantik ini”. Sahut kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah kesedihan.” Oh , kesedihan bawalah aku bersamamu” kata cinta. “ maaf cinta aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja….” Kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menengelamkanya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “ cinta! Mari cepat naik keperahuku!” cinta menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat cinta naik keperahu itu, tepat sebelum air meneggelamkanya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan cinta dan segera pergi. Pada saat itu barulah cinta sadar ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkanya itu. Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua yang tadi menolongnya itu. “ oh orang tua tadi? Itu adalah waktu” kata orang itu. “ tapi kenapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan untuk menolongku” Tanya cinta heran. “ sebab” kata orang itu, “ hanya waktulah yang tau berapa nilai sesungguhnya dari cinta itu…………”
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menengelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri ditepi pantai mencoba untuk mencari pertolongan. Sementara itu air terus naik dan membasahi kaki cinta.
Tak lam berselang cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu.” Kekayaan! Kekayaan!, tolong aku!” teriak cinta “aduh maaf cinta!” kata kekayaan, “ perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tengelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”.
Lalu kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraaan lewat dengan perahunya. “ kegembiraan!tolong aku!” teriak cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan cinta.
Air makin tinggi dan terus membasahi cinta sampai kepinggang dan cinta semakin panik. Tak lama kemudian lewatlah kecantikan. “ kecantikan! Bawalah aku bersamamu” kata cinta. “ wah cinta kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang cantik ini”. Sahut kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah kesedihan.” Oh , kesedihan bawalah aku bersamamu” kata cinta. “ maaf cinta aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja….” Kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menengelamkanya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “ cinta! Mari cepat naik keperahuku!” cinta menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat cinta naik keperahu itu, tepat sebelum air meneggelamkanya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan cinta dan segera pergi. Pada saat itu barulah cinta sadar ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkanya itu. Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua yang tadi menolongnya itu. “ oh orang tua tadi? Itu adalah waktu” kata orang itu. “ tapi kenapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan untuk menolongku” Tanya cinta heran. “ sebab” kata orang itu, “ hanya waktulah yang tau berapa nilai sesungguhnya dari cinta itu…………”
Empat Penumpang Pesawat Terbang
Seorang pilot menerbangkan pesawat dengan tiga penumpang. Satu penumpang adalah orang yang sangat kaya, satu penumpang lain adalah seorang profesor hebat, dan satu penumpang lain adalah seorang back packer. Tiba tiba terjadi kerusakan mesin yang mengharuskan mereka terjun dengan parasit. Masalahnya hanya ada 3 parasit sedangkan mereka semua termasuk pilot ada 4 orang. Penumpang kaya langsung merebut satu parasit dan berkata,”Kalau kalian mempersulit saya untuk dapat parasit ini, saya akan tuntut kalian semua ke pengadilan, berapapun biayanya!” Lalu ia bergegas terjun. Sang profesor hebat juga mengambil satu parasit dan berkata,”Dunia akan kehilangan ilmuwan penting kalau saya mati”, lalu ia terjun dengan parasitnya.
Kini tinggal seorang pilot dan pemuda backpacker yang tertinggal di pesawat.
Pilot segera berkata,”Hanya satu parasit tersisa, dan saya tidak mau mati sia-sia. Kamu harus melangkahi mayat saya dulu kalau mau parasit ini!” Pemuda itu tenang saja menjawab.”Kita tidak perlu berkelahi, karena saya juga punya parasit. Orang kaya tadi merebut tas backpacker saya!”
Kualitas mental seseorang biasanya baru terlihat ketika punya masalah.
Pernah dengar nasehat “Kalau mau tahu teman sejati, naik gunung dengannya”Kenapa?Karena kalau kita naik gunung seluruh daya upaya, emosi, lelah tergabung jadi satu.Jika dalam keadaan payah dan susah orang tetap bersikap sama dengan keadaan normal, mungkin ia teman sejati. Kadang cinta sejati juga bisa diukur dari masalah.Suami istri begitu harmonis. Ketika suami hilang pekerjaan dan kesulitan, istri mulai cekcok komplain dan hilang keharmonisan.
Biasanya orang yang tidak matang kepribadiannya akan egois ketika ada masalah, dan berpikir tidak jernih. Sayangnya jika kita berpikir jernih masalah tidak selesai bahkan semakin parah.Seperti orang kaya di kisah tadi, karena egois dan berpikir tidak jernih ia salah ambil tas, dan terjun dengan tas backpacker yang berisi perlengkapan travel bukan parasit.
Karena itu jika menghadapi masalah, tetap berpikir tenang dan berhati-hati dalam bersikap.Karena dari situ qualitas kita di uji.
Kini tinggal seorang pilot dan pemuda backpacker yang tertinggal di pesawat.
Pilot segera berkata,”Hanya satu parasit tersisa, dan saya tidak mau mati sia-sia. Kamu harus melangkahi mayat saya dulu kalau mau parasit ini!” Pemuda itu tenang saja menjawab.”Kita tidak perlu berkelahi, karena saya juga punya parasit. Orang kaya tadi merebut tas backpacker saya!”
Kualitas mental seseorang biasanya baru terlihat ketika punya masalah.
Pernah dengar nasehat “Kalau mau tahu teman sejati, naik gunung dengannya”Kenapa?Karena kalau kita naik gunung seluruh daya upaya, emosi, lelah tergabung jadi satu.Jika dalam keadaan payah dan susah orang tetap bersikap sama dengan keadaan normal, mungkin ia teman sejati. Kadang cinta sejati juga bisa diukur dari masalah.Suami istri begitu harmonis. Ketika suami hilang pekerjaan dan kesulitan, istri mulai cekcok komplain dan hilang keharmonisan.
Biasanya orang yang tidak matang kepribadiannya akan egois ketika ada masalah, dan berpikir tidak jernih. Sayangnya jika kita berpikir jernih masalah tidak selesai bahkan semakin parah.Seperti orang kaya di kisah tadi, karena egois dan berpikir tidak jernih ia salah ambil tas, dan terjun dengan tas backpacker yang berisi perlengkapan travel bukan parasit.
Karena itu jika menghadapi masalah, tetap berpikir tenang dan berhati-hati dalam bersikap.Karena dari situ qualitas kita di uji.
Kamis, Februari 24, 2011
Pikirkanlah Sebelum Kamu Mengeluh
Hari ini sebelum kamu mengeluh rasa dari makananmu yang kurang enak, pikirkanlah tentang seseorang yang tidak punya apa pun untuk dimakan. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu tidak memiliki apa-apa, pikirkanlah seseorang yang harus meminta-minta di jalanan. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu memiliki wajah yang kurang cantik/ganteng, pikirkanlah orang-orang yang wajahnya buruk karena tertimpa musibah.
Sebelum kamu mengeluh tentang pasanganmu, pikirkanlah tentang seseorang yang memohon kepada TUHAN untuk diberikan teman hidup. Sebelum kamu mengeluh tentang nasib hidupmu, pikirkanlah seseorang yang meninggal di usia muda. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin memiliki anak, tetapi dirinya mandul.
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kecil, pikirkanlah tentang orang-orang yang tinggal di jalanan dan hidup menggelandang. Sebelum mengeluh jauhnya kamu dalam mengendarai kendaraanmu, pikirkanlah orang-orang yang menempuh jarak yang sama denganmu dengan hanya berjalan kaki. Dan di saat kamu merasa sangat lelah akan pekerjaanmu, pikirkanlah tentang pengangguran dan orang-orang cacat yang mencari pekerjaan.
Jika kamu mampu untuk berpikir dahulu sebelum mengeluh, maka kamu akan bisa bersyukur kepada TUHAN bahwa kamu masih di beri kehidupan…..
Sebelum kamu mengeluh tentang pasanganmu, pikirkanlah tentang seseorang yang memohon kepada TUHAN untuk diberikan teman hidup. Sebelum kamu mengeluh tentang nasib hidupmu, pikirkanlah seseorang yang meninggal di usia muda. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin memiliki anak, tetapi dirinya mandul.
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kecil, pikirkanlah tentang orang-orang yang tinggal di jalanan dan hidup menggelandang. Sebelum mengeluh jauhnya kamu dalam mengendarai kendaraanmu, pikirkanlah orang-orang yang menempuh jarak yang sama denganmu dengan hanya berjalan kaki. Dan di saat kamu merasa sangat lelah akan pekerjaanmu, pikirkanlah tentang pengangguran dan orang-orang cacat yang mencari pekerjaan.
Jika kamu mampu untuk berpikir dahulu sebelum mengeluh, maka kamu akan bisa bersyukur kepada TUHAN bahwa kamu masih di beri kehidupan…..
Makna Cinta dan Pernikahan
Suatu ketika Plato terlibat perbincangan dengan gurunya.Plato menanyakan makna cinta, dan gurunya pun menjawab,” Masuklah kedalam hutan. Pilih dan ambilah satu ranting yang menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan ke depan dan janganlah kembali ke belakang. Pada saat kau memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut.”
Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang rantingpun. Gurunya bertanya, maka jawab Plato,” Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yang bagus, tetapi saya pikir barangkali di depan sana ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan ke depan ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadi yang terbaik. Maka saya keluar dari hutan tanpa membawa apa-apa.”
Guru itupun berkata,” Itulah cinta.” Kita selalu ingin mecari yang terbaik, terindah dan sesuai dengan yang kita harapkan, namun tanpa sadar justru kita tidak mendapatkan apa-apa sementara sang waktu akan terus berjalan.”
Lalu Plato pun bertanya,” Apakah makna pernikahan?”
Gurupun menjawab,” Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau harus membawa satu pohon yang kau pikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan.”
Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato dengan membawa pohon yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu indah. Gurunya pun bertanya. Ini jawab Plato,” Saya bertemu pohon yang indah daunnya, besar batangnya, tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan. Akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya menemukan pohon yang tidak terlau buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir mampu membawanya karena mungkin saya tidak mungkin menemui pohon seperti ini di depan sana. Akhirnya, saya pilih pohon ini karena saya yakin mampu merawatnya dan menjadikannya indah.”
Lalu sang guru berkata,” Itulah makna pernikahan. Begitu banyak pilihan di depan kita seperti pohon-pohon dan ranting-rantingnya di dalam hutan, tapi kita harus menentukan satu pilihan karena kesempatan itu hanya satu kali. Kita harus terus maju seperti waktu yang beredar kedepan yang tidak pernah tersimpan pada hari semalam, kemarin atau bersemayam dalam masa lalu kita.
Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang rantingpun. Gurunya bertanya, maka jawab Plato,” Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yang bagus, tetapi saya pikir barangkali di depan sana ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan ke depan ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadi yang terbaik. Maka saya keluar dari hutan tanpa membawa apa-apa.”
Guru itupun berkata,” Itulah cinta.” Kita selalu ingin mecari yang terbaik, terindah dan sesuai dengan yang kita harapkan, namun tanpa sadar justru kita tidak mendapatkan apa-apa sementara sang waktu akan terus berjalan.”
Lalu Plato pun bertanya,” Apakah makna pernikahan?”
Gurupun menjawab,” Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau harus membawa satu pohon yang kau pikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan.”
Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato dengan membawa pohon yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu indah. Gurunya pun bertanya. Ini jawab Plato,” Saya bertemu pohon yang indah daunnya, besar batangnya, tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan. Akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya menemukan pohon yang tidak terlau buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir mampu membawanya karena mungkin saya tidak mungkin menemui pohon seperti ini di depan sana. Akhirnya, saya pilih pohon ini karena saya yakin mampu merawatnya dan menjadikannya indah.”
Lalu sang guru berkata,” Itulah makna pernikahan. Begitu banyak pilihan di depan kita seperti pohon-pohon dan ranting-rantingnya di dalam hutan, tapi kita harus menentukan satu pilihan karena kesempatan itu hanya satu kali. Kita harus terus maju seperti waktu yang beredar kedepan yang tidak pernah tersimpan pada hari semalam, kemarin atau bersemayam dalam masa lalu kita.
Kisah Sebatang Bambu
Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani empunya pohon bambu itu. Dia berkata pada bambu itu,” Wahai bambu maukah engkau ku pakai untuk menjadi pipa saluran air yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”
Batang bambu menjawabnya,” Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi, ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran itu?” Sang petani menjawab,” Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai keperluanku. Terakhir, aku akan membuang sekat-sekat yang ada dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”
Mendengar hal ini batang bambu lama terdiam. Kemudian, dia berkata pada petani,” Tuan tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua prose itu Tuan?”
Petani menjawab batang bambu itu,” Wahai bambu engkau pasti kuat melalui semua itu karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi, tenanglah.”
Akhirnya batang bambu itu menyerah,” Baiklah tuan, aku ingin sekali berguna bagimu. Inilah aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”
Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani kini telah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga pada dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.
*****
Pernahkan kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin TUHAN sedang memproses kita untuk menjadi indah dihadapan-NYA. Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, TUHAN sedang membuat kita sempurna untuk dipakai menjadi penyalur berkah agar diri kita menjadi lebih bermanfaat dan lebih baik lagi. DIA sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tidak berkenan bagi-NYA.
Jadi, maukah kita berserah diri pada kehendak TUHAN, membiarkan DIA bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-NYA. Karena sesungguhnya DIA MAHA TAHU yang terbaik untuk kita, dan TUHAN tidaklah pernah sia-sia dalam menciptakan sesuatu.
Seperti batang bambu itu, mari kita berkata,” Ini aku TUHAN perbuatlah sesuai dengan yang KAU kehendaki, dan semoga engkau meridhoi.”
Batang bambu menjawabnya,” Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi, ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran itu?” Sang petani menjawab,” Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai keperluanku. Terakhir, aku akan membuang sekat-sekat yang ada dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”
Mendengar hal ini batang bambu lama terdiam. Kemudian, dia berkata pada petani,” Tuan tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua prose itu Tuan?”
Petani menjawab batang bambu itu,” Wahai bambu engkau pasti kuat melalui semua itu karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi, tenanglah.”
Akhirnya batang bambu itu menyerah,” Baiklah tuan, aku ingin sekali berguna bagimu. Inilah aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”
Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani kini telah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga pada dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.
*****
Pernahkan kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin TUHAN sedang memproses kita untuk menjadi indah dihadapan-NYA. Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, TUHAN sedang membuat kita sempurna untuk dipakai menjadi penyalur berkah agar diri kita menjadi lebih bermanfaat dan lebih baik lagi. DIA sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tidak berkenan bagi-NYA.
Jadi, maukah kita berserah diri pada kehendak TUHAN, membiarkan DIA bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-NYA. Karena sesungguhnya DIA MAHA TAHU yang terbaik untuk kita, dan TUHAN tidaklah pernah sia-sia dalam menciptakan sesuatu.
Seperti batang bambu itu, mari kita berkata,” Ini aku TUHAN perbuatlah sesuai dengan yang KAU kehendaki, dan semoga engkau meridhoi.”
Selasa, Februari 15, 2011
Potong Rambut Tiap 2 Bulan Bisa Bikin Rambut Sehat
Memotong rambut tiap 6-8 minggu (1,5-2 bulan) sangat baik untuk menjaga rambut tetap kuat dan sehat. Tak perlu memotong panjang-panjang, karena memotong ujung rambut saja sudah cukup membantu menjaga pertumbuhan rambut.
Memotong rambut secara teratur dapat membuat lapisan rambut tetap kuat dan mencegah terjadinya ujung rambut bercabang.
Seperti dikutip American Academy of Dermatology (AAD), Jumat (11/2/2011), rata-rata rambut mengalami pertumbuhan 0,5-1 inci (1,27-2,54 cm) tiap bulannya.
Namun pada saat tertentu, sebagian dari akar rambut (sekitar 15 persen atau lebih) akan mengalami pertumbuhan hiatus (kosong). Jika rambut mengalami pertumbuhan kosong lama-kelamaan akan rontok.
Diperkirakan ada waktu sekitar tiga bulan, tidak ada aktivitas di dalam folikel (kantong rambut). Ini berarti pada waktu-waktu tertentu tidak ada pertumbuhan rambut di dalam kulit kepala. Dengan rajin memotong rambut tiap 2 bulan maka pertumbuhan rambut bisa tetap dijaga.
Sementara setiap hari seseorang pasti kehilangan rambutnya, baik karena proses yang normal atau karena adanya kerusakan. Rata-rata normal, orang akan kehilangan sebanyak 50 sampai 100 helai rambut setiap harinya.
Rambut yang tidak pernah dipotong, seperti dikutip dari Howstuffworks bisa dapat terus tumbuh rata-rata 2-6 tahun tergantung dari karakteristik rambutnya. Jika sudah lebih dari 6 tahun maka rambut tersebut tidak akan tumbuh lagi atau mati.
Rekomendasi rajin potong rambut 1,5-2 bulan juga cocok buat rambut yang sering di blow dry, diwarnai atau terlalu sering terkena matahari. Rambut yang dipotong tidak perlu banyak, cukup hanya seperempat inci (0,6 sampai 1 cm) saja ini berguna untuk mencegah kerusakan rambut.
Rambut juga bisa terhenti pertumbuhannya karena beberapa faktor, antara lain kehamilan, menyusui, malnutrisi atau ketidakseimbangan hormon.
Cara terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan rambut selain rajin memotong ujung rambut adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya protein, seperti daging, telur, kedelai dan kacang-kacangan yang dikemas dengan protein untuk membangun sel yang kuat di seluruh tubuh. Suplemen seperti vitamin E dan D juga dapat mempromosikan pembelahan sel rambut yang sehat dan bisa mempercepat proses pertumbuhan rambut secara keseluruhan.
Rambut terdiri dari tiga lapisan. Lapisan atas adalah lapisan asam amino yang kuat, pada tahap ini dikenal sebagai kutikula. Lapisan menengah juga terbuat dari protein, yaitu kerak. Dan lapisan terakhir yang tidak terdapat pada rambut pirang atau tipis, yaitu lapisan yang disebut medulla.
Hampir 91 persen bagian rambut adalah protein dan dibangun tangguh dengan komposisi asam amino. Memotong rambut secara teratur dapat membuat lapisan rambut tetap kuat dan mencegah terjadinya ujung rambut bercabang.
Memotong rambut secara teratur dapat membuat lapisan rambut tetap kuat dan mencegah terjadinya ujung rambut bercabang.
Seperti dikutip American Academy of Dermatology (AAD), Jumat (11/2/2011), rata-rata rambut mengalami pertumbuhan 0,5-1 inci (1,27-2,54 cm) tiap bulannya.
Namun pada saat tertentu, sebagian dari akar rambut (sekitar 15 persen atau lebih) akan mengalami pertumbuhan hiatus (kosong). Jika rambut mengalami pertumbuhan kosong lama-kelamaan akan rontok.
Diperkirakan ada waktu sekitar tiga bulan, tidak ada aktivitas di dalam folikel (kantong rambut). Ini berarti pada waktu-waktu tertentu tidak ada pertumbuhan rambut di dalam kulit kepala. Dengan rajin memotong rambut tiap 2 bulan maka pertumbuhan rambut bisa tetap dijaga.
Sementara setiap hari seseorang pasti kehilangan rambutnya, baik karena proses yang normal atau karena adanya kerusakan. Rata-rata normal, orang akan kehilangan sebanyak 50 sampai 100 helai rambut setiap harinya.
Rambut yang tidak pernah dipotong, seperti dikutip dari Howstuffworks bisa dapat terus tumbuh rata-rata 2-6 tahun tergantung dari karakteristik rambutnya. Jika sudah lebih dari 6 tahun maka rambut tersebut tidak akan tumbuh lagi atau mati.
Rekomendasi rajin potong rambut 1,5-2 bulan juga cocok buat rambut yang sering di blow dry, diwarnai atau terlalu sering terkena matahari. Rambut yang dipotong tidak perlu banyak, cukup hanya seperempat inci (0,6 sampai 1 cm) saja ini berguna untuk mencegah kerusakan rambut.
Rambut juga bisa terhenti pertumbuhannya karena beberapa faktor, antara lain kehamilan, menyusui, malnutrisi atau ketidakseimbangan hormon.
Cara terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan rambut selain rajin memotong ujung rambut adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya protein, seperti daging, telur, kedelai dan kacang-kacangan yang dikemas dengan protein untuk membangun sel yang kuat di seluruh tubuh. Suplemen seperti vitamin E dan D juga dapat mempromosikan pembelahan sel rambut yang sehat dan bisa mempercepat proses pertumbuhan rambut secara keseluruhan.
Rambut terdiri dari tiga lapisan. Lapisan atas adalah lapisan asam amino yang kuat, pada tahap ini dikenal sebagai kutikula. Lapisan menengah juga terbuat dari protein, yaitu kerak. Dan lapisan terakhir yang tidak terdapat pada rambut pirang atau tipis, yaitu lapisan yang disebut medulla.
Hampir 91 persen bagian rambut adalah protein dan dibangun tangguh dengan komposisi asam amino. Memotong rambut secara teratur dapat membuat lapisan rambut tetap kuat dan mencegah terjadinya ujung rambut bercabang.
Langganan:
Postingan (Atom)