Kamis, Februari 24, 2011

Makna Cinta dan Pernikahan

Suatu ketika Plato terlibat perbincangan dengan gurunya.Plato menanyakan makna cinta, dan gurunya pun menjawab,” Masuklah kedalam hutan. Pilih dan ambilah satu ranting yang menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan ke depan dan janganlah kembali ke belakang. Pada saat kau memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut.”
Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang rantingpun. Gurunya bertanya, maka jawab Plato,” Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yang bagus, tetapi saya pikir barangkali di depan sana ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan ke depan ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadi yang terbaik. Maka saya keluar dari hutan tanpa membawa apa-apa.”
Guru itupun berkata,” Itulah cinta.” Kita selalu ingin mecari yang terbaik, terindah dan sesuai dengan yang kita harapkan, namun tanpa sadar justru kita tidak mendapatkan apa-apa sementara sang waktu akan terus berjalan.”
Lalu Plato pun bertanya,” Apakah makna pernikahan?”
Gurupun menjawab,” Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau harus membawa satu pohon yang kau pikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan.”
Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato dengan membawa pohon yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu indah. Gurunya pun bertanya. Ini jawab Plato,” Saya bertemu pohon yang indah daunnya, besar batangnya, tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan. Akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya menemukan pohon yang tidak terlau buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir mampu membawanya karena mungkin saya tidak mungkin menemui pohon seperti ini di depan sana. Akhirnya, saya pilih pohon ini karena saya yakin mampu merawatnya dan menjadikannya indah.”
Lalu sang guru berkata,” Itulah makna pernikahan. Begitu banyak pilihan di depan kita seperti pohon-pohon dan ranting-rantingnya di dalam hutan, tapi kita harus menentukan satu pilihan karena kesempatan itu hanya satu kali. Kita harus terus maju seperti waktu yang beredar kedepan yang tidak pernah tersimpan pada hari semalam, kemarin atau bersemayam dalam masa lalu kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar